Posted by: dinide on: March 30, 2009
selama ini
aku selalu mensyukuri apa yang kupunya
dilahirkan dalam keluarga ini
mempunyai saudara2 ini
kembar dengan seorang dina
hidup dalam dunia yang busuk ini dan dalam era ini
hidup dengan caraku sendiri
tak peduli apa penilaian orang terhadapku
aku ingin selalu cuek dengan semua omongan orang
.
tapi maaf
benar2 maaf
hari ini
pagi ini
hatiku benar2 sakit
aku tak bisa lagi ‘cuek’ seperti biasanya
fitnah itu terlalu menusukku
.
apa salah [...]
Posted by: dinide on: March 11, 2009
dita::
.
.
“pagi cinta”
kembali kusapa kehampaan itu pagi ini
monolog,
kuajak lagi dia bicara
“hari ini, aku akan menemukanmu”
“mencarimu di celah2 bebatuan, diantara
Posted by: dinide on: March 8, 2009
rei
.
.
Pukul empat pagi, ketika titik-titik hujan mulai turun merinai. Aku memandang ke luar jendela, bertanya-tanya. Andaikah dia sedang memandang hujan yang sama. Merasakan hal yang sama
Disini, di kamar ini aku menggigil sendiri. Diantara gelap dan sepinya malam. Berharap dia disini, menemani. Berbagi cerita bersama, tertawa bersama menunggu datangnya pagi.
Teringat kembali saat di malam itu. Di [...]
Posted by: dinide on: March 4, 2009
rei::
Aku percaya
di akhir kekacauan ini
di ujung keputusasaan ini
akan ada sebuah titik balik.
Akan ada saat dimana semua resah dan rasa lelah ini pergi.
Akan ada saat dimana aku akan menemukan kembali semua yang hilang.
Di bawah langit kelam ini, aku percaya
aku akan menemukan jalan pulang.
Aku tahu, malam akan selalu menjadi gelap sebelum pagi datang.
Dan aku akan bertahan melaluinya.
Aku [...]
Posted by: dinide on: March 4, 2009
DITA::
*
**
***
dan kau tak bisa memberikan hatimu,
maka
buatlah sebuah hati untuk kucintai
sebuah hati pengganti dirimu
penuh kepalsuan,
tapi setidaknya aku bisa mencintai ‘mu’…
kau bilang
tak ada yang kutakuti
kalau begitu, ciptakan kata mati untuk kutakuti…
kau ciptakan semua itu
tapi tidak
ternyata yang kuingin hanya
kau untuk kusayangi…
terakhir ikut ngomong...